Wonderkid Juventus Hancurkan Inter Milan dengan Tembakan Roket 32 Meter: Saya akan Susah Tidur!
DIBERITAKAN OLEH SUSTERSLOT - Nama wonderkid Juventus, Vasilije Adzic, bakal mendapatkan sorotan istimewa sepanjang musim ini.
Hal tersebut terjadi lantaran gol spektakulernya yang menghancurkan Inter Milan pada momen Derby d'Italia jilid pertama musim ini.
Juventus mengalahkan sang rival bebuyutan secara dramatis pada pekan ketiga Liga Italia di Allianz Stadium, Sabtu (13/9/2025).
Vasilije Adzic menjadi pahlawan kejutan dari kubu Bianconeri.
Dia mencetak gol penentu kemenangan 4-3 bagi Si Nyonya Tua pada menit ke-90+1. Prosesnya pun lahir secara brilian. Adzic menerima umpan pendek Jonathan David yang langsung dieksekusinya dari jarak jauh. Ia menyetop bola, menengok gawang sejenak guna membidik target, lalu melepaskan tendangan keras dengan kaki kanannya. Livescore mencatat gelandang 19 tahun itu melontarkan tembakan roket sekira 32 meter di depan gawang Inter. Laju tembakan Adzic melesat deras sesuai target. Bola sempat coba dihalau kiper Yann Sommer, tapi terlampau sulit dihentikan dan berakhir di jaring.
Itulah gol pertama Adzic dalam tujuh penampilan untuk tim senior Juventus. Dia pertama kali dicomot dari tim U-23 (NextGen) musim lalu dan diberikan debut di Serie A oleh Thiago Motta saat melawan Lazio (19/10/2024). Hampir setahun pascadebut, bocah ajaib kelahiran Montenegro mendapatkan gol pertamanya bareng penerus Motta, Igor Tudor. Tak tanggung-tanggung, pentasnya langsung di laga sekaliber Derby d'Italia, menit-menit akhir, menentukan kemenangan, dan terjadi lewat cara spektakuler pula. Adzic, yang masuk menggantikan Teun Koopmeiners pada menit ke-74, sampai tak bisa banyak menggambarkan momen istimewa tersebut.
"Semua orang mengatakan saya memiliki tembakan yang bagus, saya mencobanya. Saya akan sulit tidur hari ini," ujarnya, dikutip BolaSport.com dari Sportmediaset. Kendati masih belia, kematangan Adzic dalam mengambil keputusan sudah selevel pemain veteran.
Dia percaya diri untuk mengeksekusi peluang sendiri, padahal di saat bersamaan dua rekan di sisi kiri-kanan mengangkat tangan guna meminta bola. "Dia langsung menendangnya begitu mendapatkan bola, bukan main," ucap Tudor mengatakannya sembari tertawa. "Dia pantas mendapatkannya karena dia memiliki minggu-minggu yang hebat. Sekarang dia harus terus berusaha," tuturnya. Adzic mengungkap peran besar Tudor untuk memberinya keyakinan tersebut. Suksesor Thiago Motta itu juga membeberkan hal-hal yang masih harus diperbaiki Adzic supaya makin matang.
"Bermain untuk Juve adalah impian, dan kemudian mencetak gol yang begitu penting. Saya sangat senang dan ingin mengucapkan terima kasih kepada rekan setim dan staf pelatih," katanya. "(Menurut Tudor) Saya perlu memperbaiki aspek pertahanan. Saya sudah banyak berkembang sejak pelatih datang." "Sekarang akan membutuhkan waktu lebih lama, tapi saya ingin memperbaiki segala hal, bukan hanya dalam bertahan." "Sangat penting karena kami memenangkan derbi. Kami ingin memperbaiki diri di setiap pertandingan karena kami bermain untuk klub terbesar di Italia." "Pelatih telah menciptakan mentalitas yang baik. Saya ingin membuktikan bahwa saya bisa bermain di sini." "Sekarang penting untuk tetap rendah hati dan berlatih secara baik. Saya ingin terus seperti ini." "Saya telah bekerja sangat keras untuk momen ini. Saya ingin terus berkembang," tutup pemain yang baru tampil dua kali untuk timnas Montenegro. Pencarian Terkait :
Dia mencetak gol penentu kemenangan 4-3 bagi Si Nyonya Tua pada menit ke-90+1. Prosesnya pun lahir secara brilian. Adzic menerima umpan pendek Jonathan David yang langsung dieksekusinya dari jarak jauh. Ia menyetop bola, menengok gawang sejenak guna membidik target, lalu melepaskan tendangan keras dengan kaki kanannya. Livescore mencatat gelandang 19 tahun itu melontarkan tembakan roket sekira 32 meter di depan gawang Inter. Laju tembakan Adzic melesat deras sesuai target. Bola sempat coba dihalau kiper Yann Sommer, tapi terlampau sulit dihentikan dan berakhir di jaring.
Itulah gol pertama Adzic dalam tujuh penampilan untuk tim senior Juventus. Dia pertama kali dicomot dari tim U-23 (NextGen) musim lalu dan diberikan debut di Serie A oleh Thiago Motta saat melawan Lazio (19/10/2024). Hampir setahun pascadebut, bocah ajaib kelahiran Montenegro mendapatkan gol pertamanya bareng penerus Motta, Igor Tudor. Tak tanggung-tanggung, pentasnya langsung di laga sekaliber Derby d'Italia, menit-menit akhir, menentukan kemenangan, dan terjadi lewat cara spektakuler pula. Adzic, yang masuk menggantikan Teun Koopmeiners pada menit ke-74, sampai tak bisa banyak menggambarkan momen istimewa tersebut.
"Semua orang mengatakan saya memiliki tembakan yang bagus, saya mencobanya. Saya akan sulit tidur hari ini," ujarnya, dikutip BolaSport.com dari Sportmediaset. Kendati masih belia, kematangan Adzic dalam mengambil keputusan sudah selevel pemain veteran.
Dia percaya diri untuk mengeksekusi peluang sendiri, padahal di saat bersamaan dua rekan di sisi kiri-kanan mengangkat tangan guna meminta bola. "Dia langsung menendangnya begitu mendapatkan bola, bukan main," ucap Tudor mengatakannya sembari tertawa. "Dia pantas mendapatkannya karena dia memiliki minggu-minggu yang hebat. Sekarang dia harus terus berusaha," tuturnya. Adzic mengungkap peran besar Tudor untuk memberinya keyakinan tersebut. Suksesor Thiago Motta itu juga membeberkan hal-hal yang masih harus diperbaiki Adzic supaya makin matang.
"Bermain untuk Juve adalah impian, dan kemudian mencetak gol yang begitu penting. Saya sangat senang dan ingin mengucapkan terima kasih kepada rekan setim dan staf pelatih," katanya. "(Menurut Tudor) Saya perlu memperbaiki aspek pertahanan. Saya sudah banyak berkembang sejak pelatih datang." "Sekarang akan membutuhkan waktu lebih lama, tapi saya ingin memperbaiki segala hal, bukan hanya dalam bertahan." "Sangat penting karena kami memenangkan derbi. Kami ingin memperbaiki diri di setiap pertandingan karena kami bermain untuk klub terbesar di Italia." "Pelatih telah menciptakan mentalitas yang baik. Saya ingin membuktikan bahwa saya bisa bermain di sini." "Sekarang penting untuk tetap rendah hati dan berlatih secara baik. Saya ingin terus seperti ini." "Saya telah bekerja sangat keras untuk momen ini. Saya ingin terus berkembang," tutup pemain yang baru tampil dua kali untuk timnas Montenegro. Pencarian Terkait :

0 Komentar