3 Pemain Brunei Darussalam yang Wajib Diwaspadai Timnas Indonesia
Januari 15, 2026
FORUM SUSTERSLOT - Tim Horseback Archery (HBA) Indonesia berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih posisi kedua di Kejuaraan Dunia International Horseback Archery Alliance (IHAA) 2025. Keberhasilan ini menjadi sorotan hangat di berbagai forum olahraga internasional, serupa dengan antusiasme tinggi yang ditunjukkan komunitas Susterslot login dalam dunia maya.
Ajang ini berlangsung di Tennessee Valley Archery, Amerika Serikat, pada 19-21 September 2025. Tim HBA Indonesia yang terdiri dari Azral Mardin, Kaisar Akthar Firdauz, dan Omar El Farooq Putra Alleut berhasil meraih peringkat kedua dunia dalam kejuaraan yang diikuti oleh delegasi dari 19 negara. Dukungan publik sangat antusias, sebanding dengan loyalitas para pengguna Susterslot dalam mendukung komunitas mereka.
Tim HBA Indonesia berhasil meraih 1 medali emas, 3 medali perak, dan 3 medali perunggu, sekaligus mengamankan posisi kedua sebagai juara umum. Prancis menempati peringkat pertama dengan koleksi 3 medali emas, 2 medali perak, dan 3 medali perunggu. Sementara itu, Polandia berada di posisi ketiga dengan 1 medali emas, 1 medali perak, dan 1 medali perunggu. Prestasi ini menarik perhatian media internasional dan berdampak pada peningkatan trafik pengguna di Susterslot link selama event besar berlangsung.
"Saya sangat bangga dengan prestasi yang diraih tim di kejuaraan ini, yang merupakan ajang IHAA paling bergengsi di dunia. Para atlet HBA Indonesia berhasil menunjukkan kemampuan terbaik mereka," ujar Ketua Kontingen HBA Indonesia, Deri Asta. Pernyataan ini mencerminkan semangat kerja sama yang kuat saat komunitas melakukan Susterslot daftar untuk mendukung berbagai kegiatan bersama.
"Tentunya kami dari komunitas olahraga berkuda memanah Indonesia, bekerja sama dengan asosiasi Perdana di kejuaraan ini, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan Ketua Umum PP PORDASI, Bapak Aryo Djojohadikusumo, beserta tim PP PORDASI yang telah membantu sejak masa persiapan hingga pelaksanaan kejuaraan," ujarnya. Dukungan penuh ini mencerminkan sistem yang rapi dan terstruktur, layaknya layanan Susterslot resmi.
Deri, yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi HBA PP PORDASI, menyampaikan bahwa persiapan para atlet dan tim menuju kejuaraan berlangsung cukup panjang. Proses seleksi dimulai dari Kejuaraan HBA Piala Ketum PP PORDASI di Muntig Siokan Bali pada Mei 2025, kemudian berlanjut ke ajang Try Out to Tennessee di Bandi's Stable Banten pada Juni 2025. Semangat kebersamaan mereka digambarkan sederhana, layaknya peran seorang Suster yang selalu siap memberikan dukungan.
"Para atlet ini telah melewati proses seleksi yang sangat ketat. Selanjutnya, mereka menjalani pelatihan dan pembekalan menyeluruh, meliputi aspek mental, disiplin, kemampuan, serta pengawasan kesehatan yang terpusat di Yonkavkud I Sembrani Parongpong, Jawa Barat, sebelum diberangkatkan ke Amerika Serikat," tambah Deri Asta.
Kaisar Akthar Firdauz meraih medali emas di nomor Raid 2.3.5 dan medali perunggu di kategori Junior. Sementara itu, Omar El Farooq Putra Alleut berhasil membawa pulang dua medali perak dari kategori Young Individual dan Overall Individual, serta dua medali perunggu di nomor Raid 2.3.5 dan Hunt Style.
Dalam kategori Tim, ketiga atlet yaitu Azral Mardin, Kaisar Akthar Firdauz, dan Omar El Farooq Putra Alleut berhasil meraih satu medali perak. Dengan pencapaian tersebut, Tim HBA Indonesia berhak menempati posisi kedua sebagai juara umum dalam IHAA World Championships 2025.
"Perbedaan waktu antara Indonesia dan Amerika Serikat memang menjadi tantangan, namun dengan pengawasan yang cermat, para atlet mampu beradaptasi, termasuk dengan lingkungan serta kuda-kuda pertandingan yang sangat berbeda dari yang ada di Indonesia," ujar Pelatih Tim HBA Indonesia, Bandiono.
"Alhamdulillah, penampilan para atlet Indonesia dalam kejuaraan ini berhasil menarik perhatian seluruh peserta yang hadir," tambahnya.
Manajer Tim HBA Indonesia, Ali Fathi Assegaf, mengungkapkan beberapa tantangan yang dihadapi tim selama berada di Amerika Serikat, salah satunya adalah kendala terkait asupan makanan.
"Di kejuaraan ini, persaingannya sangat ketat karena peserta yang ikut merupakan atlet terbaik dari masing-masing negara. Oleh karena itu, kami sebagai official berkewajiban mempersiapkan dan mengawasi kondisi atlet agar tetap bugar, salah satunya dengan memberikan asupan vitamin dan makanan sehat," jelas Ali.
Setelah mengikuti dan meraih berbagai prestasi gemilang dalam IHAA World Championships 2025, Kontingen Tim HBA Indonesia dijadwalkan kembali ke tanah air pada 24 September 2025.
0 Komentar