KONI Gelar Rakernas 2025, Fokus Bersatu Mewujudkan Asta Cita
DIBERITAKAN OLEH SUSTERSLOT - Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) 2025 fokus membahas persatuan wujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Perlu diketahui, Asta Cita merupakan delapan program yang dicanangkan Pemerintah saat ini sebagai perjuangan untuk mewujudkan Indonesia yang maju dan makmur.
Salah satu program yang terdapat pada Asta Cita dan berkaitan dengan lingkup olahraga adalah nomor keempat.
Isi dari nomor keempat Asta Cita adalah memperkuat pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.
Asta Cita nomor keempat itu pun menjadi poin penting yang dibahas dalam agenda Rakernas KONI 2025. KONI menggelar Rakernas 2025 yang termasuk dalam rangkaian Indonesia Sport Synergy Summit (ISSS) di Jakarta International Convention Center (JICC) Senayan, Jakarta. Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, berkesempatan untuk menutup gelaran Rakernas pada Sabtu (6/9/2025). Dalam sambutan penutupnya, Marciano Norman mengajak para insan olahraga yang hadir di Rakernas KONI Pusat 2025 untuk bersama-sama menyukseskan Asta Cita nomor keempat. "Saya yakin dengan kita bersatu berprestasi untuk menyukseskan Asta Cita,” tegas Marciano yang menyerukan semangat sinergitas. "Tentunya saya ingin mengajak semua pihak untuk melakukan hal yang sama yakni memajukan olahraga prestasi Indonesia," kata Marciano Norman kepada awak media. "Dalam Rakernas ini, betul-betul kami ingin menyatukan tenaga dan pikiran, menyatukan tekad, untuk menyukseskan Asta Cita Bapak Presiden Prabowo Subianto nomor empat." "Presiden kita adalah pemimpin organisasi cabang olahraga pencak silat. Saya yakin beliau juga ingin di masa kepemimpinannya, Asta Cita nomor 4 itu sukses. Kami semua bertekad untuk menyukseskan Asta Cita," sambung figur berusia 70 tahun tersebut.
Marciano Norman juga menegaskan dalam memajukan olahraga Indonesia, tidak bisa hanya dijalankan oleh KONI Pusat. Di sisi lain, Marciano Norman melihat perlunya kolaborasi bersama antarinsan olahraga untuk menyongsong kemajuan. "Cabang olahraga tidak bisa berjalan sendiri, KONI tidak bisa berjalan sendiri, Pemerintah dalam hal ini Kemenpora atau Dispora tidak bisa berjalan sendiri," ucap Marciano Norman. "Saya bangga menjadi Ketua Umum KONI Pusat di mana anggotanya saudara-saudara, para pejuang di masa damai, para patriot olahraga," tambah sosok yang sempat menjabat sebagai Pangdam Jaya tersebut. Selain fokus untuk mewujudkan bersama Asta Cita, Rakernas KONI 2025 juga membahas mengenai beragam topik penting lainnya. Sebelumnya pada puncak kegiatan, dilaporkan hasil dari Rakernas KONI Tahun 2025. Rapat dipimpin oleh Waketum II Soedarmo pada Komisi A yang menaungi bidang organisasi, hukum, penelitian dan pengembangan, kerja sama dalam negeri, kerja sama luar negeri, badan audit internal dan usaha.
Pertama, sidang menerima laporan program kerja KONI 2024 dan program kerja KONI 2025. Selanjutnya, para peserta menyetujui tiga cabang olahraga sebagai anggota KONI Pusat yang baru yakni Pengurus Besar Persatuan Xiangqi Indonesia (PB PEXI), Pengurus Pusat Federasi Savate Indonesia (PP FSI), dan Pengurus Pusat Komite Sepakbola Mini Indonesia (PP KSMI).
Terakhir, Rakernas juga membentuk tim kecil untuk penyempurnaan Permenpora No. 14/2024 dengan memasukkan perwakilan perempuan. Rapat Komisi B yang dipimpin Waketum I KONI Pusat Suwarno membahas bidang pembinaan prestasi, pendidikan dan penataran, Sport Science dan Iptek Olahraga, Pengumpulan Data dan TIK, Jahpelor, Kesehatan Olahraga, Media dan Human serta perencanaan dan anggaran. Sebagaimana Komisi A, secara umum peserta setuju atas presentasi laporan dan program kerja seluruh bidang. Berikutnya, Lukman Djajadikusuma selaku Sekretaris Jendral KONI Pusat membacakan surat keputusan hasil Rakernas KONI 2025 di hadapan para peserta. Penyerahan bendera secara simbolis kepada Marciano Norman sebagai Ketum KONI Pusat diawali oleh KSMI baru selanjutnya PB PEXI dan terakhir PP FSI. Di akhir, Marciano Norman berpesan agar hasil Rakernas KONI 2025 dapat dilaporkan kepada kepala daerah masing-masing. Harapannya ke depan, beberapa tertarik menjadi tuan rumah PON Bela Diri, PON Indoor, PON Pantai, PON Remaja atau bahkan PON XXIII/2032.
Momen penting lainnya yang terdapat pada Rakernas KONI adalah ketika Dito Ariotedjo selaku Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia mendengarkan aspirasi insan-insan olahraga terkait polemik Permenpora No. 14 Tahun 2024. Polemik itu terjadi karena peraturan tersebut dinilai oleh berbagai pihak termasuk KONI mengancam keberlangsungan pembinaan atlet dan melemahkan peran KONI di daerah. Permenpora No. 14 Tahun 2024 juga dinilai KONI dapat menghambat upaya insan-insan olahraga dalam mewujudkan Asta Cita keempat serta dianggap bertentangan dengan prinsip independensi organisasi olahraga. Alhasil, KONI Pusat dan Menpora Dito mencarikan solusi dengan membentuk tim kecil untuk menyempurnakan Permenpora No. 14 Tahun 2024. "Tadi kami juga menerima Menpora RI yang telah memberikan arahannya dan telah sepakat untuk duduk bersama menyelesaikan beberapa perbedaan persepsi yang mungkin akan menghambat pembinaan olahraga prestasi," tutur Marciano Norman. "Saya yakin niat baik ini akan menghasilkan peraturan yang betul-betul memang bisa diimplementasikan dan baik untuk semua, baik untuk KONI Kabupaten/Kota, KONI Provinsi, KONI Pusat, dan cabang olahraga," pungkasnya. Pencarian Terkait :
Asta Cita nomor keempat itu pun menjadi poin penting yang dibahas dalam agenda Rakernas KONI 2025. KONI menggelar Rakernas 2025 yang termasuk dalam rangkaian Indonesia Sport Synergy Summit (ISSS) di Jakarta International Convention Center (JICC) Senayan, Jakarta. Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, berkesempatan untuk menutup gelaran Rakernas pada Sabtu (6/9/2025). Dalam sambutan penutupnya, Marciano Norman mengajak para insan olahraga yang hadir di Rakernas KONI Pusat 2025 untuk bersama-sama menyukseskan Asta Cita nomor keempat. "Saya yakin dengan kita bersatu berprestasi untuk menyukseskan Asta Cita,” tegas Marciano yang menyerukan semangat sinergitas. "Tentunya saya ingin mengajak semua pihak untuk melakukan hal yang sama yakni memajukan olahraga prestasi Indonesia," kata Marciano Norman kepada awak media. "Dalam Rakernas ini, betul-betul kami ingin menyatukan tenaga dan pikiran, menyatukan tekad, untuk menyukseskan Asta Cita Bapak Presiden Prabowo Subianto nomor empat." "Presiden kita adalah pemimpin organisasi cabang olahraga pencak silat. Saya yakin beliau juga ingin di masa kepemimpinannya, Asta Cita nomor 4 itu sukses. Kami semua bertekad untuk menyukseskan Asta Cita," sambung figur berusia 70 tahun tersebut.
Marciano Norman juga menegaskan dalam memajukan olahraga Indonesia, tidak bisa hanya dijalankan oleh KONI Pusat. Di sisi lain, Marciano Norman melihat perlunya kolaborasi bersama antarinsan olahraga untuk menyongsong kemajuan. "Cabang olahraga tidak bisa berjalan sendiri, KONI tidak bisa berjalan sendiri, Pemerintah dalam hal ini Kemenpora atau Dispora tidak bisa berjalan sendiri," ucap Marciano Norman. "Saya bangga menjadi Ketua Umum KONI Pusat di mana anggotanya saudara-saudara, para pejuang di masa damai, para patriot olahraga," tambah sosok yang sempat menjabat sebagai Pangdam Jaya tersebut. Selain fokus untuk mewujudkan bersama Asta Cita, Rakernas KONI 2025 juga membahas mengenai beragam topik penting lainnya. Sebelumnya pada puncak kegiatan, dilaporkan hasil dari Rakernas KONI Tahun 2025. Rapat dipimpin oleh Waketum II Soedarmo pada Komisi A yang menaungi bidang organisasi, hukum, penelitian dan pengembangan, kerja sama dalam negeri, kerja sama luar negeri, badan audit internal dan usaha.
Pertama, sidang menerima laporan program kerja KONI 2024 dan program kerja KONI 2025. Selanjutnya, para peserta menyetujui tiga cabang olahraga sebagai anggota KONI Pusat yang baru yakni Pengurus Besar Persatuan Xiangqi Indonesia (PB PEXI), Pengurus Pusat Federasi Savate Indonesia (PP FSI), dan Pengurus Pusat Komite Sepakbola Mini Indonesia (PP KSMI).
Terakhir, Rakernas juga membentuk tim kecil untuk penyempurnaan Permenpora No. 14/2024 dengan memasukkan perwakilan perempuan. Rapat Komisi B yang dipimpin Waketum I KONI Pusat Suwarno membahas bidang pembinaan prestasi, pendidikan dan penataran, Sport Science dan Iptek Olahraga, Pengumpulan Data dan TIK, Jahpelor, Kesehatan Olahraga, Media dan Human serta perencanaan dan anggaran. Sebagaimana Komisi A, secara umum peserta setuju atas presentasi laporan dan program kerja seluruh bidang. Berikutnya, Lukman Djajadikusuma selaku Sekretaris Jendral KONI Pusat membacakan surat keputusan hasil Rakernas KONI 2025 di hadapan para peserta. Penyerahan bendera secara simbolis kepada Marciano Norman sebagai Ketum KONI Pusat diawali oleh KSMI baru selanjutnya PB PEXI dan terakhir PP FSI. Di akhir, Marciano Norman berpesan agar hasil Rakernas KONI 2025 dapat dilaporkan kepada kepala daerah masing-masing. Harapannya ke depan, beberapa tertarik menjadi tuan rumah PON Bela Diri, PON Indoor, PON Pantai, PON Remaja atau bahkan PON XXIII/2032.
Momen penting lainnya yang terdapat pada Rakernas KONI adalah ketika Dito Ariotedjo selaku Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia mendengarkan aspirasi insan-insan olahraga terkait polemik Permenpora No. 14 Tahun 2024. Polemik itu terjadi karena peraturan tersebut dinilai oleh berbagai pihak termasuk KONI mengancam keberlangsungan pembinaan atlet dan melemahkan peran KONI di daerah. Permenpora No. 14 Tahun 2024 juga dinilai KONI dapat menghambat upaya insan-insan olahraga dalam mewujudkan Asta Cita keempat serta dianggap bertentangan dengan prinsip independensi organisasi olahraga. Alhasil, KONI Pusat dan Menpora Dito mencarikan solusi dengan membentuk tim kecil untuk menyempurnakan Permenpora No. 14 Tahun 2024. "Tadi kami juga menerima Menpora RI yang telah memberikan arahannya dan telah sepakat untuk duduk bersama menyelesaikan beberapa perbedaan persepsi yang mungkin akan menghambat pembinaan olahraga prestasi," tutur Marciano Norman. "Saya yakin niat baik ini akan menghasilkan peraturan yang betul-betul memang bisa diimplementasikan dan baik untuk semua, baik untuk KONI Kabupaten/Kota, KONI Provinsi, KONI Pusat, dan cabang olahraga," pungkasnya. Pencarian Terkait :

0 Komentar