Legenda Turun Gunung saat PBVSI Gelar Kursus Pelatih, Termasuk Penghalau Panutan Megawati

DIBERITAKAN OLEH SUSTERSLOT - Deretan legenda bola voli nasional mengikuti kursus pelatih level 1 diselenggarakan oleh Federasi Bola Voli Internasional (FIVB). Kursus kepelatihan ini diselenggarakan di Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Bogor, Jawa Barat, pada 23-27 Agustus 2025. Tak hanya Indonesia, total ada delapan negara yang berpartisipasi dengan 26 peserta datang dari Australia, Inggris, Iran, Jepang Vietnam, India, Malaysia, dan Indonesia. Dari Indonesia sendiri ada 10 peserta. Beberapa di antaranya merupakan mantan pemain timnas Merah Putih.

Dari jebolan timnas putra ada Andri serta Agung Seganti yang membawa Indonesia meraih emas SEA Games 2009 dan menembus empat besar Kejuaraan Asia Voli 2017. Kemudian dari jajaran eks andalan timnas putri ada Wilda Siti Nurfadhilah yang baru saja pensiun dan Aprilio Manganang yang dulu tak tergantikan sebagai spiker. Ada pula middle blocker kawakan Rianita Panirwan yang di level klub namanya harum bersama Bank Jatim, senior yang dihormati Megawati Hangestri Pertiwi. "Instruktur dari FIVB membawa ilmu voli tingkat dunia yang sangat bermanfaat bagi kami yang ingin berkembang," ujar Rianita melalui keterangan resmi dari PBSVI. "Ini sangat penting bagi kami," ucap wanita yang menjadi asisten pelatih di klub Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia saat Proliga 2025.

Rianita menambahkan, ia memperoleh banyak pengetahuan dari kursus ini. Dia berharap dapat menyerap banyak ilmu dari kursus tersebut. Menurut laman resmi FIVB, Level 1 merupakan level paling dasar dari program kursus kepelatihan resmi ini. Dengan durasi 5 hari, peserta mempelajari teori serta praktik latihan teknik-teknik dasar dalam bola voli hingga taktik sederhana.

Di disiplin voli dalam ruangan, masih ada dua level untuk diikuti yaitu Level 2 dan Level 3 dengan jarak minimal 12 bulan untuk setiap tahapannya.

Di Level 2, ujiannya adalah memahami latihan teknik modern dan spesialisasi, taktik tahap lanjut, pencarian bakat, etika hingga bagaimana mengelola sebuah tim. Sedangkan dari Level 3, peserta diharapkan dapat mengelola klub elite, persiapan fisik dan mental di dalam tim, sampai menjalin hubungan dengan federasi dan menghadapi media. Instruktur pelatih FIVB asal Austria, Johann Huber, menekankan pentingnya kursus ini bagi pengembangan pelatih. Menurutnya, program kepelatihan mencakup teori dan praktik intensif yang wajib diikuti secara penuh. Setelah mendapat teori dari kelas, para pelatih langsung diajak ke lapangan, untuk praktik. "Dunia voli terus berkembang, sehingga pelatih harus selalu memperbarui pengetahuan mereka agar dapat mengelola tim dengan baik," kata Huber.

Pencarian Terkait :

0 Komentar

Susterslot