Kejuaraan Dunia 2025 - Axelsen Mundur, Istora Boy Jadi Tumpuan Tunggal Putra Denmark
DIBERITAKAN OLEH SUSTERSLOT - Pebulu tangkis tunggal putra Denmark, Viktor Axelsen, tidak akan berlaga pada Kejuaraan Dunia 2025 yang dijadwalkan pada 25-31 Agustus di Adidas Arena, Paris, Prancis.
Axelsen, yang juga juara dunia dua kali pada 2017 dan 2020 menjalani operasi endoskopi pada April untuk memperbaiki herniasi diskus di punggung.
"Setelah berkonsultasi dengan tim medis saya, saya disarankan untuk mendedikasikan lebih banyak waktu untuk rehabilitasi saya," tulis Axelsen di akun X-nya,
"Syangnya, saya tidak akan siap mengikuti turnamen tepat waktu untuk bertanding dengan aman pada Kejuaraan Dunia mendatang."
"Meskipun berat rasanya melewatkan ajang sebesar ini, saya tidak patah semangat. Tetapi, saya sangat termotivasi untuk terus melanjutkan rehabilitasi dan menetapkan tujuan baru untuk kembali lebih kuat." Mundurnya Axelsen membuat Anders Antonsen akan menjadi andalan Denmark untuk meraih gelar tunggal putra pada Kejuaraan Dunia. Antonsen yang dijuluki Istora Boy karena aksinya saat bertanding di Istora Senayan saat Indonesia Masters atau Indonesia Open. Pemain 28 tahun itu merupakan pemegang 1 medali perak (2019) dan 2 medali perunggu kejuaraan dunia (2021 dan 2023). Sebelumnya, Axelsen telah mengunggah vlog pada channel Youtube pribadinya tentang masa pemulihan pascaoperasi cedera punggungnya pada awal April lalu. Efeknya lebih serius dari yang diperkirakan sehingga mengaktifkan perlindungan peringkat yang telah diajukan dan kemungkinan akan menepi sampai tiga bulan.
Selain itu, tetap ada Mathias Christiansen yang tampil pada Kejuaraan Dunia 2025. Christiansen akan kembali berpasangan dengan Alexandra Boje setelah menyelesaikan masa hukumannya selama satu tahun. Mantan pemain peringkat 10 besar dunia itu sempat tersandung masalah akibat kesalahan pelaporan anti-doping. Boje kemudian sempat bermain bersama pemain Belanda, Robin Tabeling. Apalagi comeback Christiansen/Bonsen langsung menghasilkan gelar pada Macau Open 2025, pekan lalu. "Kami menilai bahwa Mathias dan Alexandra memiliki potensi untuk memenangkan medali di Kejuaraan Dunia," kata Pelatih Kepala Badminton Denmark, Thomas Stavngaard. "Mathias telah menggunakan masa karantinanya dengan sangat bijaksana, dan kami menilai bahwa dia setidaknya akan berada di level yang sama di Kejuaraan Dunia seperti sebelum karantina." "Tentu saja tidak pasti bahwa mereka akan memenangkan medali, tetapi Mathias dan Alexandra telah mengalahkan sebagian besar pasangan saat ini di 10 besar dunia, termasuk nomor 1 dan 2 saat ini." "Oleh karena itu bukan hal yang tidak realistis bahwa mereka dapat bermain untuk meraih medali."
Membawa Christiansen/Boje yang berada di peringkat 63 dunia saat batas kualifikasi peringkat berakhir dengan menggeser dua pasang kompatriot di atas mereka. Mads Vestergaard/Christine Busch (ranking 18) dan Rasmus Espersen/Christine Busch (rank 35) terpaksa dicoret oleh Badminton Denmark demi membawa Christiansen/Boje. Dalam daftar pemain yang berhak mengikuti Kejuaraan Dunia 2025, BWF masih merilis daftar Vestergaard/Busch sebagai pendampingi Jesper Toft/Amalie Magelund. Perubahan baru akan terlihat setelah phase II yang dirilis pada 15 Mei 2025 nanti. Stavngaard sendiri juga memahami bahwa pasti akan ada gonjang-ganjing di sektor ganda campuran karena keputusan ini. "Sangat disayangkan bahwa kami harus mencoret Mads Vestergaard dan Christine Busch, salah satunya," kata Stavngaard. "Mereka tentu saja sangat kecewa karena tidak bermain di Kejuaraan Dunia, dan kami sepenuhnya memahami hal itu." "Ini situasi yang sulit bagi mereka, dan ini merupakan contoh bagaimana olahraga elite terkadang juga bisa memberi kenyataan pahit." "Christine dan Mads telah berkembang dengan sangat positif, dan kami sangat percaya kepada mereka." "Namun pada saat yang sama, kami di bagian manajemen olahraga harus membuat keputusan yang, menurut pendapat kami, memberi kami peluang terbaik untuk mencapai tujuan olahraga kami." "(Tujuannya adalah) untuk memenangkan medali bagi Denmark, bahkan ketika keputusan tersebut sangat sulit," jelasnya. Satu-satunya nomor yang tidak diikuti Denmark adalah ganda putri selepas Sara Thygesen/Maiken Fruergaard dan Julie Finne-Ipsen/Mai Surrow memutuskan pensiun. Dalam daftar Phase 1 masih tercatat Amalie Cecillie Kudsk/Signe Schulz tetapi mereka semua telah dirombak dan tengah disiapkan dengan partner baru.
"Meskipun berat rasanya melewatkan ajang sebesar ini, saya tidak patah semangat. Tetapi, saya sangat termotivasi untuk terus melanjutkan rehabilitasi dan menetapkan tujuan baru untuk kembali lebih kuat." Mundurnya Axelsen membuat Anders Antonsen akan menjadi andalan Denmark untuk meraih gelar tunggal putra pada Kejuaraan Dunia. Antonsen yang dijuluki Istora Boy karena aksinya saat bertanding di Istora Senayan saat Indonesia Masters atau Indonesia Open. Pemain 28 tahun itu merupakan pemegang 1 medali perak (2019) dan 2 medali perunggu kejuaraan dunia (2021 dan 2023). Sebelumnya, Axelsen telah mengunggah vlog pada channel Youtube pribadinya tentang masa pemulihan pascaoperasi cedera punggungnya pada awal April lalu. Efeknya lebih serius dari yang diperkirakan sehingga mengaktifkan perlindungan peringkat yang telah diajukan dan kemungkinan akan menepi sampai tiga bulan.
Selain itu, tetap ada Mathias Christiansen yang tampil pada Kejuaraan Dunia 2025. Christiansen akan kembali berpasangan dengan Alexandra Boje setelah menyelesaikan masa hukumannya selama satu tahun. Mantan pemain peringkat 10 besar dunia itu sempat tersandung masalah akibat kesalahan pelaporan anti-doping. Boje kemudian sempat bermain bersama pemain Belanda, Robin Tabeling. Apalagi comeback Christiansen/Bonsen langsung menghasilkan gelar pada Macau Open 2025, pekan lalu. "Kami menilai bahwa Mathias dan Alexandra memiliki potensi untuk memenangkan medali di Kejuaraan Dunia," kata Pelatih Kepala Badminton Denmark, Thomas Stavngaard. "Mathias telah menggunakan masa karantinanya dengan sangat bijaksana, dan kami menilai bahwa dia setidaknya akan berada di level yang sama di Kejuaraan Dunia seperti sebelum karantina." "Tentu saja tidak pasti bahwa mereka akan memenangkan medali, tetapi Mathias dan Alexandra telah mengalahkan sebagian besar pasangan saat ini di 10 besar dunia, termasuk nomor 1 dan 2 saat ini." "Oleh karena itu bukan hal yang tidak realistis bahwa mereka dapat bermain untuk meraih medali."
Membawa Christiansen/Boje yang berada di peringkat 63 dunia saat batas kualifikasi peringkat berakhir dengan menggeser dua pasang kompatriot di atas mereka. Mads Vestergaard/Christine Busch (ranking 18) dan Rasmus Espersen/Christine Busch (rank 35) terpaksa dicoret oleh Badminton Denmark demi membawa Christiansen/Boje. Dalam daftar pemain yang berhak mengikuti Kejuaraan Dunia 2025, BWF masih merilis daftar Vestergaard/Busch sebagai pendampingi Jesper Toft/Amalie Magelund. Perubahan baru akan terlihat setelah phase II yang dirilis pada 15 Mei 2025 nanti. Stavngaard sendiri juga memahami bahwa pasti akan ada gonjang-ganjing di sektor ganda campuran karena keputusan ini. "Sangat disayangkan bahwa kami harus mencoret Mads Vestergaard dan Christine Busch, salah satunya," kata Stavngaard. "Mereka tentu saja sangat kecewa karena tidak bermain di Kejuaraan Dunia, dan kami sepenuhnya memahami hal itu." "Ini situasi yang sulit bagi mereka, dan ini merupakan contoh bagaimana olahraga elite terkadang juga bisa memberi kenyataan pahit." "Christine dan Mads telah berkembang dengan sangat positif, dan kami sangat percaya kepada mereka." "Namun pada saat yang sama, kami di bagian manajemen olahraga harus membuat keputusan yang, menurut pendapat kami, memberi kami peluang terbaik untuk mencapai tujuan olahraga kami." "(Tujuannya adalah) untuk memenangkan medali bagi Denmark, bahkan ketika keputusan tersebut sangat sulit," jelasnya. Satu-satunya nomor yang tidak diikuti Denmark adalah ganda putri selepas Sara Thygesen/Maiken Fruergaard dan Julie Finne-Ipsen/Mai Surrow memutuskan pensiun. Dalam daftar Phase 1 masih tercatat Amalie Cecillie Kudsk/Signe Schulz tetapi mereka semua telah dirombak dan tengah disiapkan dengan partner baru.

0 Komentar