Jika Stoner Menjadi Bos Ducati, Marc Marquez Sudah Pasti, Bagaimana Nasib Bagnaia?
DIBERITAKAN OLEH SUSTERSLOT - Penampilan luar biasa Marc Marquez pada musim pertama sebagai pembalap Ducati Lenovo membuat tempatnya tetap aman dari ancaman terdepak.
Marquez berpeluang besar mendapatkan perpanjangan kontrak atau periode kedua bersama Ducati.
Saat ini, kontrak pembalap asal Cervera itu akan habis pada akhir musim 2026.
Namun, banyak orang sudah membicarakan komposisi pembalap tim Ducati pabrikan pada musim 2027 mendatang.
Nama Marquez seakan sudah hampir pasti pada MotoGP 2027 yang menandakan era baru dengan perubahan besar-besaran. Manajer Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, bahkan sudah mengharapkan Marquez bertahan di tim merah sampai akhir kariernya. Adapun Marquez sendiri akan berusia 34 tahun pada musim 2027. Tardozzi menginginkan Marquez seumur hidup untuk Ducati yang artinya sampai pensiun di tim Borgo Panigale. "Yah.... Setiap pembalap memiliki karakteristiknya sendiri dan saya pikir Marc masih bisa memberikan banyak hal kepada kami," kata Tardozzi setelah seri MotoGP Jerman 2025. "Saya akan memberi tahu Anda nanti, kapan saja, karena saya berharap Marc akan tetap bersama Ducati hingga akhir kariernya," ucap Tardozzi.
Akan tetapi, bagaimana nasib Francesco Bagnaia. Pembalap asli Italia yang masih menjadi kebanggaan Ducati. Mantan pembalap MotoGP, Casey Stoner, mendapatkan pertanyaan bahwa apa yang akan dia lakukan jika menjadi Gigi Dall'Igna dalam menentukan pembalap untuk musim 2027. Stoner menjawab dengan memberikan respek besar terhadap Bagnaia. Menurutnya, Bagnaia sulit untuk disingkirkan.
“Saya pikir sulit untuk menggantikan Pecco dari posisi ini, karena itu adalah hal yang selalu dilakukan Ducati," kata Stoner kepada media Spanyol, AS.com. "Kalau kamu mengalami masa sulit, mereka akan memecatmu. Dan saya tidak berpikir itu benar," ujarnya. "Saya mengerti, tetapi orang-orang harus diberi kesempatan untuk bangkit," tutur Stoner.
Stoner membela Bagnaia, bagaimana pun pembalap asal Turin itu menjadi satu-satunya yang berhasil memecah kebuntuan Ducati dalam meraih juara dunia. Ya, Bagnaia merupakan pembalap yang berhasil mempersembahkan gelar untuk Ducati setelah Casey Stoner pada musim 2007. Bagnaia menjadi juara dua musim berturut-turut pada 2022-2023. "Mereka bilang: ‘Oke, kita lihat nanti’. Saya pikir penting untuk tidak langsung mengganti pembalap lain," ucap Stoner. "Pecco telah memberikan gelar juara satu-satunya hingga tahun lalu, dan kemudian berjuang hingga akhir dengan Martin." "Dia (Bagnaia) telah bekerja hanya untuk Ducati selama bertahun-tahun, dan jika mereka bersedia menyingkirkannya, itu akan menunjukkan jenis orang seperti apa mereka." "Bagi saya, itu tidak benar. Saya pernah mengalami hal serupa ketika saya absen beberapa balapan karena masalah, dan mereka mencari pengganti tanpa memberitahu saya, dan itu tidak benar." "Pecco layak mendapatkan rasa hormat," ucap mantan pembalap dengan dua gelar juara MotoGP itu.
Pencarian Terkait :
Nama Marquez seakan sudah hampir pasti pada MotoGP 2027 yang menandakan era baru dengan perubahan besar-besaran. Manajer Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, bahkan sudah mengharapkan Marquez bertahan di tim merah sampai akhir kariernya. Adapun Marquez sendiri akan berusia 34 tahun pada musim 2027. Tardozzi menginginkan Marquez seumur hidup untuk Ducati yang artinya sampai pensiun di tim Borgo Panigale. "Yah.... Setiap pembalap memiliki karakteristiknya sendiri dan saya pikir Marc masih bisa memberikan banyak hal kepada kami," kata Tardozzi setelah seri MotoGP Jerman 2025. "Saya akan memberi tahu Anda nanti, kapan saja, karena saya berharap Marc akan tetap bersama Ducati hingga akhir kariernya," ucap Tardozzi.
Akan tetapi, bagaimana nasib Francesco Bagnaia. Pembalap asli Italia yang masih menjadi kebanggaan Ducati. Mantan pembalap MotoGP, Casey Stoner, mendapatkan pertanyaan bahwa apa yang akan dia lakukan jika menjadi Gigi Dall'Igna dalam menentukan pembalap untuk musim 2027. Stoner menjawab dengan memberikan respek besar terhadap Bagnaia. Menurutnya, Bagnaia sulit untuk disingkirkan.
“Saya pikir sulit untuk menggantikan Pecco dari posisi ini, karena itu adalah hal yang selalu dilakukan Ducati," kata Stoner kepada media Spanyol, AS.com. "Kalau kamu mengalami masa sulit, mereka akan memecatmu. Dan saya tidak berpikir itu benar," ujarnya. "Saya mengerti, tetapi orang-orang harus diberi kesempatan untuk bangkit," tutur Stoner.
Stoner membela Bagnaia, bagaimana pun pembalap asal Turin itu menjadi satu-satunya yang berhasil memecah kebuntuan Ducati dalam meraih juara dunia. Ya, Bagnaia merupakan pembalap yang berhasil mempersembahkan gelar untuk Ducati setelah Casey Stoner pada musim 2007. Bagnaia menjadi juara dua musim berturut-turut pada 2022-2023. "Mereka bilang: ‘Oke, kita lihat nanti’. Saya pikir penting untuk tidak langsung mengganti pembalap lain," ucap Stoner. "Pecco telah memberikan gelar juara satu-satunya hingga tahun lalu, dan kemudian berjuang hingga akhir dengan Martin." "Dia (Bagnaia) telah bekerja hanya untuk Ducati selama bertahun-tahun, dan jika mereka bersedia menyingkirkannya, itu akan menunjukkan jenis orang seperti apa mereka." "Bagi saya, itu tidak benar. Saya pernah mengalami hal serupa ketika saya absen beberapa balapan karena masalah, dan mereka mencari pengganti tanpa memberitahu saya, dan itu tidak benar." "Pecco layak mendapatkan rasa hormat," ucap mantan pembalap dengan dua gelar juara MotoGP itu.
Pencarian Terkait :

0 Komentar