ARRC Mandalika 2025 - Indonesia Peserta Terbanyak dan Menjadi Patokan Balap di Level Asia
DIBERITAKAN OLEH SUSTERSLOT - Event Asia Road Racing Championship (ARRC) 2025 akhir pekan ini semakin menegaskan posisi Indonesia sebagai barometer motorsports di Asia.
Hal itulah yang diungkapkan oleh Ron Hogg, selaku Promotions Director Two Wheels Motor Racing (TWMR) yang menjadi promotor ARRC 2025.
Ajang ini bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi juga sarana penting untuk membina, mengembangkan, dan memperkuat kualitas para pembalap Asia.
Dalam sesi wawancara saat sesi free practice pada Jumat (29/8/2025) lalu, Ron Hogg menekankan betapa pentingnya sesi latihan di setiap seri ARRC Mandalika 2025 ini.
Menurutnya, latihan bukan hanya kesempatan untuk memacu motor, tetapi juga ajang mencari setelan terbaik sebelum masuk ke perlombaan resmi. "Saya pikir latihan hari ini (Jumat) cukup bagus," kata Hogg. "Ini sangat penting bagi tim untuk menemukan set up terbaik secepat mungkin." "Dan menurut waktu latihan hari ini, saya yakin kita akan memiliki akhir pekan yang sangat menarik," imbuhnya. Optimisme ini menggambarkan bagaimana TWMR melihat setiap detail dari persiapan pembalap dan tim.
Hal itu di mana menjadi hal yang akan menentukan kualitas balapan itu sendiri. Ron Hogg juga menyoroti posisi penting Indonesia dalam sejarah ARRC. Selama lebih dari dua dekade, Indonesia selalu tampil sebagai salah satu kekuatan terbesar di kancah balap motor Asia. "Sejak periode awal ARRC digelar (era 1990-an), pembalap Indonesia dikenal sangat kuat dalam kompetisi di ajang ARRC," ucap Hogg.
"Pada tahun 2025 ini, Indonesia bahkan menjadi negara dengan jumlah peserta terbanyak." "Dulu pembalap Indonesia fokus di kelas-kelas kecil, tapi hari ini mereka sudah bersaing di kelas 250cc hingga 600cc, itu perkembangan yang sangat baik," imbuhnya. Kini, pada seri Mandalika, pembalap Indonesia memimpin klasemen sementara, unggul di tiga kategori kelas: Underbone 150cc, Asia Production 250cc, dan Supersport 600cc. Di kelas Underbone 150cc, yang dikenal dengan persaingan ketat dan penuh kejutan, nama Husni Zainul Faudzy (Indonesia) berhasil mengoleksi 138 poin. Kejutan besar hadir di kelas Asia Production 250cc (AP250). Fadillah Arbi Aditama, pembalap muda Indonesia yang membela Astra Honda Racing Team, tampil gemilang dan kini memimpin klasemen dengan 104 poin. Sementara itu, di kelas Supersport 600cc, yang disebut-sebut sebagai kelas 'pintu gerbang' menuju ajang balap dunia, Mohammad Adenanta Putra dari Astra Honda Racing Team tampil konsisten dan memimpin klasemen dengan 108 poin. Menurut Ron Hogg, perubahan arah ini menunjukkan bahwa motorsport Indonesia mengalami kemajuan pesat. Tidak lagi terpaku pada kelas bawah, pembalap Indonesia kini semakin berani dan kompetitif di level yang lebih tinggi.
Pencarian Terkait :
Menurutnya, latihan bukan hanya kesempatan untuk memacu motor, tetapi juga ajang mencari setelan terbaik sebelum masuk ke perlombaan resmi. "Saya pikir latihan hari ini (Jumat) cukup bagus," kata Hogg. "Ini sangat penting bagi tim untuk menemukan set up terbaik secepat mungkin." "Dan menurut waktu latihan hari ini, saya yakin kita akan memiliki akhir pekan yang sangat menarik," imbuhnya. Optimisme ini menggambarkan bagaimana TWMR melihat setiap detail dari persiapan pembalap dan tim.
Hal itu di mana menjadi hal yang akan menentukan kualitas balapan itu sendiri. Ron Hogg juga menyoroti posisi penting Indonesia dalam sejarah ARRC. Selama lebih dari dua dekade, Indonesia selalu tampil sebagai salah satu kekuatan terbesar di kancah balap motor Asia. "Sejak periode awal ARRC digelar (era 1990-an), pembalap Indonesia dikenal sangat kuat dalam kompetisi di ajang ARRC," ucap Hogg.
"Pada tahun 2025 ini, Indonesia bahkan menjadi negara dengan jumlah peserta terbanyak." "Dulu pembalap Indonesia fokus di kelas-kelas kecil, tapi hari ini mereka sudah bersaing di kelas 250cc hingga 600cc, itu perkembangan yang sangat baik," imbuhnya. Kini, pada seri Mandalika, pembalap Indonesia memimpin klasemen sementara, unggul di tiga kategori kelas: Underbone 150cc, Asia Production 250cc, dan Supersport 600cc. Di kelas Underbone 150cc, yang dikenal dengan persaingan ketat dan penuh kejutan, nama Husni Zainul Faudzy (Indonesia) berhasil mengoleksi 138 poin. Kejutan besar hadir di kelas Asia Production 250cc (AP250). Fadillah Arbi Aditama, pembalap muda Indonesia yang membela Astra Honda Racing Team, tampil gemilang dan kini memimpin klasemen dengan 104 poin. Sementara itu, di kelas Supersport 600cc, yang disebut-sebut sebagai kelas 'pintu gerbang' menuju ajang balap dunia, Mohammad Adenanta Putra dari Astra Honda Racing Team tampil konsisten dan memimpin klasemen dengan 108 poin. Menurut Ron Hogg, perubahan arah ini menunjukkan bahwa motorsport Indonesia mengalami kemajuan pesat. Tidak lagi terpaku pada kelas bawah, pembalap Indonesia kini semakin berani dan kompetitif di level yang lebih tinggi.
Pencarian Terkait :

0 Komentar